Riyukko's Blog
S
t
a
t
u
s




| Woaah~ Aku kebanyakan update freebies ya? Hehehe... mumpung ada banyak link, jadi aku post aja. Daripada nanti malah lupa XDD
06.15 AM
10/07/15


| Edit sedikit penampilan blog ini X'DD Semoga gak terlalu mengganggu kalian~!
10.52 AM
04/07/15


| None
time
date
 


RULES

Please dont re-post my entries without linkable(?) credit ^^
----
Tolong jangan re-post setiap post-ku tanpa linkable(?) credit ^^ Setiap dosa ditanggung kalian~!

Hi There!


Riyukko. Candyroll. 16 y.o. An ordinary girl with ordinary ideas and ordinary activities.
Contact me? Comment here! And I do have LINE and FB account so just ask me if u want to know.

Tagboard


Blog Archive


The Friends


Credits

© 2013 - Full Template by Riyukko Ryuu and the basecode from Anugerah Salsa . Header hover code from Azkiya. Bullet Icons from Gasara
Protected by Copyscape Web Plagiarism Scanner
Karena seekor ayam...
Sabtu, 29 Juni 2013 | 0 Sparkle[s]
                                                                         BY:Qonita Almaahi

"Sudah hentikan...!!!"ibu melerai aku dan kakak.Aku dan kakak adalah saudara kembar.Aku perempuan sementara kakakku laki-laki.Namaku Niyuva Hersy.Kakakku Ryander Ziax.Aku memanggilnya Ziax.
"Bu...kakak duluan!Aku sedang bermain dengan Fica.Kakak tiba-tiba menuduhku kalau aku yang menyembunyikan---"
"Sudah,sudah..!!kalian itu selaluuu...saja bertengkar.Kalian itu saudara.Saudara kembar!"jawab ibu.Oh ya,Fica adalah anak kelinci milikku.Keluarga kami memang penyayang binatang.
"Uh..!Pakai bohong lagi!"bantah kakak.Ibu mulai menjewer telinga kami.Kami mengaduh kesakitan.
"Lihat!ayah baru membelikan hewan baru.."ucap ibu sambil menunjuk sebuah kardus.Kami berlari menuju kardus itu.Dan...isinya dua pasang ayam.Uh...kami langsung berlari menjauh.Ayah datang.
"Kenapa Niva?memang kalian tidak suka ayam?"tanya ayah.Kami menggeleng.
"Dengar,ya.."ucap ayah.Wah,kami tahu kami akan segera diceramahi panjang lebar.Ayah mengambil nafas panjang-panjang.
"Ayam hewan yang lezat dagingnya,dan telurnya.Lagipula ayam mudah sekali bertelur.Mungkin bisa saja kita punya ayam lebih dari dua."ayah berhenti berbicara.Fyuh...ayah tidak menjelaskan panjang lebar.
Ayah segera membuat kandang.Kami mulai membantu.Ya...karena sudah diberi penjelasan.Setelah selesai,ayah memasukkan kedua ayam itu ke kandang.
Berhari-hari kemudian,kedua ayam itu bertelur 5 butir.Wah,kami sekeluarga senang.Ayah melarang kami untuk mengganggu ayam-ayam itu.
21 hari kemudian,tentu saatnya untuk telur-telur itu menetas.
"Ye...penantian lama sudah selesai!"teriakku.Kakak mengambil salah satu anak ayam itu,tiba-tiba tangannya disambar oleh induk ayam.
"Ha...ha...ha...Ziax sudah ayah bilang,jangan ganggu ayam-ayam ini.Itulah akibatnya!"kami tertawa sekeluarga.
"Ayah aku beri nama untuk ayam ini ya!"ujarku sambil menunjuk salah satu anak ayam.Ayah mengangguk.
"Oke!kau kuberi nama Cikok!"ucapku senang.
Sebulan,dua bulan,entah sampai berapa bulan.Cikok ternyata ayam jantan.Aduh!aku salah memilih ayam.Tapi tak apa-apa.Dari semua ayam hanya 2 yang betina.
"Ayah!ayah!sesuatu terjadi pada Cikok!"teriakku sangat keras.Kakak yang sedang bermain handphonenya datang lalu menutup mulutku.
"Diam...!Kakak lagi nelpon teman kakak!"jawabnya.Aku menyingkirkan tangan kakak dari mulutku.Ayah datang bersama ibu.Kami dilerai oleh ibu.
"Mmm..."ayah memperhatikan Cikok,"Cikok selalu berkelahi dengan saudaranya sendiri,maka inilah akibatnya.Cikok kena geger otak.Jika berkelahi dengan saudaranya,ia selasu terkena bagian kepala.Oleh karena itu ia seperti ini."
Aku dan kakak saling berpandangan.Kami berkelahi selalu mengincar kepala.Wahhh!kami takut.Ayah mengambil Cikok dan mengeluarkannya.
Aku tiba-tiba menangis.Entah apa yang membuatku menangis.Saat melihat keadaan Cikok aku ingin menangis.Kakak melihatku lalu...
"Dasar cengeng!"ucap kakak.Untuk kali ini,aku tetap menangis.Biasanya,aku langsung memukul kepala kakak.Tapi...apa yang kurasakan berbeda.
Kulihat Cikok,ia tak bisa berdiri,dudukpun tak bisa.Ia mengguling-gulingkan badannya karena tak bisa berjalan.Kepalanya goyang ke kanan,ke kiri.Terkadang jatuh ke belakang.
Aku menutup pandanganku sambil terus menangis.Kini ku sadar,Cikok berkelahi dengan saudaranya tanpa memikirkan dirinya sendiri.Sama seperti aku dan kakak.
"Niva,kau baik-baik saja?"tanya ibu.Aku memeluk ibu.Ibu kembali memelukku.Aku mulai berbicara.
"Bu,apa Cikok akan kembali sehat?"tanyaku.Ibu diam.
"Ibu tidak tahu nak."jawab ibu.Aku melihat Cikok kembali.Air mataku keluar lagi.Tak tega melihat keadaan Cikok.
2 bulan kemudian,Cikok tak kunjung sembuh.Aku berjalan untuk melihat keadaan Cikok.Air mataku pecah seketika saat melihat Cikok sudah mati.
Aku diam saja.Wajahku mulai hilang dari tangisan.Ku mulai berwajah tanpa ekpresi.Tiba-tiba aku tersenyum,terima kasih Cikok!Tanpamu aku mungkin masih berkelahi dengan kakakku.
Memang sekarang aku dan kakak masih berkelahi,namun...kami tak mau berkelahi hingga seperti keadaan Cikok.

Label:

Posting Komentar

Please comment after reading this post ><
No SPAM! No HARSH word!
Now, comment :)


Newer Post
Older Post