Riyukko's Blog
S
t
a
t
u
s




| Woaah~ Aku kebanyakan update freebies ya? Hehehe... mumpung ada banyak link, jadi aku post aja. Daripada nanti malah lupa XDD
06.15 AM
10/07/15


| Edit sedikit penampilan blog ini X'DD Semoga gak terlalu mengganggu kalian~!
10.52 AM
04/07/15


| None
time
date
 


RULES

Please dont re-post my entries without linkable(?) credit ^^
----
Tolong jangan re-post setiap post-ku tanpa linkable(?) credit ^^ Setiap dosa ditanggung kalian~!

Hi There!


Riyukko. Candyroll. 16 y.o. An ordinary girl with ordinary ideas and ordinary activities.
Contact me? Comment here! And I do have LINE and FB account so just ask me if u want to know.

Tagboard


Blog Archive


The Friends


Credits

© 2013 - Full Template by Riyukko Ryuu and the basecode from Anugerah Salsa . Header hover code from Azkiya. Bullet Icons from Gasara
Protected by Copyscape Web Plagiarism Scanner
Creepy Story #1
Minggu, 05 Juli 2015 | 0 Sparkle[s]
Yooo~ *tebar pesona*
Ketemu lagi sama aku~ Oh ya, nyadar gak aku pakai nama baru? :3 Biasanya Riyukko, sekarang udah berubah jadi ChuChocho \(^o^)/
Tapi kalian boleh manggil aku Riyukko, Ryuu, Chu, atau Cho. Terserah deh xD
Sudah cukup basa-basinya. Aku mau post beberapa cerita buatanku yang singkat dan tidak jelas xD. Tenang, aku masih post tutobies, tapi untuk sekarang aku mau post cerita dulu :3
  •  Piano
Perpaduan antara lantunan piano dengan merdunya lagu yang dinyanyikan sukses membuatku diseret keluar dari alam mimpi.

Mataku melirik ke arah jam digital yang diletakkan tepat disamping ranjangku. Masih pukul 2 dini hari. Lantas siapa yang memainkan piano malam-malam seperti ini?

Rasa penasaran yang amat menyebabkanku turun dari lantai dua menuju lantai dasar dimana terdapat piano di ruang keluarga.

Namun nihil. Terlalu gelap disini. Oleh karenanya, aku meraba-raba sekitar dan duduk di salah satu sofa. Aku mencoba menyamankan diriku supaya aku bisa tertidur dengan nyanyian yang indah tersebut.

Aku tak ingat kapan ayah bisa memainkan piano. Tetapi aku tak peduli. Toh, malah bagus kalau ayah bisa memainkan piano layaknya ibu.

Ah, ibu. Sosok yang paling kurindukan sekarang ini. Aku masih teringat dengan kematiannya beberapa hari yang lalu.

Maka jadilah ayah yang tersisa sebagai anggota keluargaku dan selalu menjagaku. Siang dan malam.

Terkecuali hari ini.

Aku baru ingat. Ayah sedang ada dinas keluar kota selama seminggu dan baru akan kembali lusa.
  •  Selimut
Aku merinding saat mendapati hembusan angin menerpa tengkukku. Tentu saja semua bulu kudukku berdiri dibuatnya.

Padahal jendela sudah aku tutup. Bahkan aku sudah membalut tubuhku dari atas sampai bawah dengan selimut. Lalu apa yang kurang?
  • Ketukan
Akibat lembur kerja, aku baru dapat masuk rumah tepat pukul 1 malam. Seluruh penghuni hotel tempatku bernaung telah tidur. Oleh karenanya, aku cepat-cepat naik ke lantai 23 dan masuk ke kamar.
                             
Untunglah tidak ada hantu atau semacamnya yang menggangguku. Ya, aku sungguh takut dengan hal berbau seperti itu.

Aku merebahkan diriku diatas kasur. Tidak perlu waktu lama bagiku untuk terlelap. Namun sialnya, suara ketukan di jendela benar-benar berisik dan menggangguku. Apalagi suara angin yang menyebalkan itu.

Dengan langkah malas, aku mengecek jendelaku. Memastikan tidak ada sesuatu yang aneh diluar sana. Beruntung. Itu hanya suara ranting pohon yang tertiup angin dan mengetuk jendela kamarku.

Label: , ,

Posting Komentar

Please comment after reading this post ><
No SPAM! No HARSH word!
Now, comment :)


Newer Post
Older Post